Wednesday, December 16, 2009

TEORI DASAR LISTRIK (SERI-3)

TEORI DASAR LISTRIK (SERI-3)
  1. USAHA LISTRIK / HASIL KERJA LISTRIK ( WH )
    Yaitu hasil kerja / tenaga dikalikan dengan waktu
    Rumus; A =W.t --> A = Usaha listrik ( Jika Wh , t-nya adalah jam
    Jika Ws . t-nya adalah sekon)
    W = Daya listrik (Watt)
    t = Waktu : --> jika jam --> A=Wh
    jika detik --> A= J atau Ws

  2. RENDEMENT / DERAJAT GUNA / EFFISIENSI ( u)
  • Perubahan daya/usaha listrik menjadi daya/usaha mekanik atau daya/usaha
    panas atau sebaliknya, selalu timbul kerugian-kerugian, sehingga baik pada
    motor-motor listrik, generator-generator atau ketel-ketel, daya/usaha yang
    dimasukkan selalu lebih besar dari daya/usaha yang dikeluarkan. Dalam hal ini
    bisa dikatakan bahwa rendement adalah daya/usaha yang dimanfaat atau daya
    yang dihasilkan tidak akan mencapai daya/usaha penuh 100%.
    Kerugian-kerugian daya/usaha listrik ini antara lain disebabkan oleh sebagian
    daya/usaha listrik yang dimasukkan ke dalam motor listrik, misalnya melalui
    kumparan yang merupakan tahanan, sehingga daya/usaha ini harus mengatasi
    tahanan tersebut. Dan sebagian daya/usaha yang dirugikan ini berubah menjadi
    panas. Dan sebaliknya daya/usaha mekanik yang masuk ke genarator sebagian
    dari daya/usaha mekanik ini harus mengatasi tahanan-tahanan dari gesekkan
    antara poros dan bantalan, dimana daya/usaha ini juga berubah menjadi panas.
    Perbandingan antara daya/usaha yang berguna dan daya/usaha yang masuk
    disebut Rendement (Derajat guna/Daya guna).
  • HUBUNGAN ANTARA DAYA/USAHA LISTRIK DENGAN DAYA/USAHA
    PANAS.
    Ahli ilmu alam Joule setelah melakukan percobaan menemukan, bahwa nilai dari
    ”Joule = 0,00024 kCalori”.
    Nilai tersebut adalah menunjukkan beberapa persamaan dari nilai daya / usaha
    listrik dengan nilaia daya / usaha panas.
    Dari 1J=0,00024 kCalori , dan rumus A=E.I.t , maka didapatkan rumus :
    Q = 0,00024 . A

HUBUNGAN ANTARA DAYA/USAHA LISTRIK DENGAN DAYA/USAHA
MEKANIK.
Bunyi hukum SARA daya usaha : ” Daya usaha atau tenaga tidak dapat ditiadakan
dan tidaklah terjadi dari ketidak-adaan”.
Dari hukum diatas mempunyai arti bahwa, jumlah energi atau tenaga dalam alam
kita ini adalah tetap. Jadi jika ada sejumlah tenaga hilang dari bentuk yang satu,
Q = 0,00024 . E . I .t  sebab E.I.t = A
6084836K3-UBPMRICA 16
maka selalu timbul sejumlah tenaga dalambentuk yang lain yang sama
banyaknya. Setelah melalui percobaan dan penyelidikan, maka dapat diketahui
persamaan-persamaan harga daya/usaha listrik dengan daya/usaha mekanik.

unduh selengkapnya disini



0 komentar:

Post a Comment