Thursday, May 27, 2010

Dasar-Dasar Reaktansi



selengkapnya unduh disini
107 kB. bentuk doc

DASAR MENGHITUNG LOAD FLOW DENGAN ITERASI

Teori iterasi (metoda Newton raphson)

Suatu persamaan dengan bilangan anu (x) dapat diekspresikan dengan suatu deret pangkat
yang dikembangkan oleh Taylor dan disebut deret Taylor yang bentuknya seperti berikut
Kalau komponen setelah derivative pertama di drop dengan asumsi persamaan tersebut sudah menjadi
konvergen setelah/ hanya sampai komponen kedua pertama, maka persamaan itu hanya menjadi :
sehingga dapat dikatakan kalau ada suatu persamaan dengan bilangan anu (x), maka nilai x itu dapat
dihitung sama dengan nilai x (misalkan xo) dikurangi dengan nilai persamaan itu kalau nilai x nya = xo
dibagi dengan turunan (pers diferensial) persamaan itu terhadap x (dx)
Dengan pernyataan diatas, x dipilih nilai sembarang yang dalam hal ini dibuat = xo

Nilai x yang baru didapat perlu dilihat apakah bedanya terhadap nilai x yang ditentukan sembarang se-
mula (xo) masih besar ?
* Kalau ternyata masih terlalu besar, maka disimpulkan bahwa x = xo yang dipilih embarang tadi ma-
sih jauh dari nilai x yang benar
Pada kondisi ini x dihitung ulang lagi dengan dasar x yang terakhir didapat. Artinya kalau x yang ter-
akhir itu diumpamakan = x1, maka x yang akan dihitung selanjutnya kita sebut x2
* Kalau nilai x yang didapat terakhir mempunyai beda yang kecil bahkan kecil sekali sampai bedanya
terhadap xo sudah sekecil dari yang dianggap tidak berarti lagi, maka nial x itulah yang nilai yang
bisa dianggap benar. Pada kondisi ini, hitungan dikatakan konvergen (errornya sudah menyempit/ -
kecil )

selengkapnya dowload disini
258.5 kB bentuk file xl

TEGANGAN DAN ARUS PADA RANGKAIAN 3Φ SEIMBANG

Pada sitem tenaga listrik biasanya disuplai oleh generator bertiga-fasa. Biasanya generator mensuplai beban-beban berfasa-tiga yang seimbang, yang berarti bahwa pada ketiga fasa tersebut terdapat beban yang identik. Beban untuk penerangan dan motor kecil sudah tentu hanya berfasa-tunggal, tetapi sistem distribusi telah dirancang sedemikian rupa sehingga dalam keseluruhannya, fasa-fasa tersebut praktis seimbang. Gambar dibawah ini memperlihatkan sebuah generator dengan hubungan-Y yang netralnya ditandai o, yang mensuplai suatu beban yang juga dengan hubungan-Y dan seimbang serta netralnya ditandai dengan n.

Gambar. Diagram rangkaian dari sebuah generator dengan hubungan-Y yang terhubung pada beban-Y yang seimbang

Dari gambar diatas kita mendapatkan :
1)Generator 3Φ terhubung Y dengan netral o, menyuplai beban 3Φ seimbang terhubung Y dengan netral o. Dan impedansi saluran fasa dan netral dianggap nol.
2)Beban listrik faktor dayanya tertinggal (lagging)
3)Memiliki besar tegangan sama
4)Emf dan Zd merupakan satu kesatuan (Karakteristik Generator) sehingga titik a’ adalah fiktif
5)Emf memiliki magnitut yang sama dengan beda sudut fasa 120°. Pada kenyataannya,
sistem tidak mungkin seimbang dan setiap saluran pasti memiliki impedansi.

selengkapnya unduh disini
440 kB bentuk file doc

BEBAN 3 Φ TERHUBUNG Δ (tugas kuliah)



Tegangan fasa / beban = tegangan antar fasa
Arus fasa ≠ arus saluran
Hukum Kirchoff
Ia = Iab + ( - Ica )
Ib = Ibc + (- Iab )
Ic = Ica + ( -Ibc)
Urutan abc referensi I ab < 0°

download selengkapnya disini
1.17MB (doc)

Proses terjadinya petir


Pada keadaan tertentu, dalam lapisan atmosfer bumi terdapat gerakan angin ke atas membawa udara lembab. Makin tinggi dari muka bumi, makin rendah tekanan dan suhunya. Uap air mengkondensasi menjadi titik air, dan membentuk awan.
Angin keras yang meniup ke atas membawa awan lebih tinggi. Pada ketinggian ±5 km, membeku menjadi kristal es yang turun lagi karena adanya gravitasi bumi. Karena tetesan air mengalami pergeseran horizontal maupun vertikal, maka terjadilah pemisahan muatan listrik. Tetesan air yang bermuatan positif biasanya berada di bagian atas, dan yang bermuatan negatif di bagian bawah.
Dengan adanya awan yang bermuatan akan timbul induksi pada muka bumi, hingga timbul medan listrik. Mengingat dimensinya, bumi dianggap rata terhadap awan. Jadi awan dan bumi dianggap sebagai kedua plat kondensator. Jika medan listrik yang terjadi melebihi medan tembus udara, maka akan terjadi pelepasan muatan. Pada saat itulah terjadi petir.


Kondisi ketidak mantapan di dalam atmosfer, dapat saja timbul akibat pemisahan tidak seperti diatas. Misalnya muatan yang terjadi berpisah ke arah horizontal, yang kemudian menimbulkan pelepasan muatan antara dua awan, atau pemisahan muatan vertikal tersebut dan sebaliknya, hingga arah discharge muatan atau petir juga terbalik. (Reynaldo Zoro,1999)

download link disini
bentuk file docx

Sistem Distribusi Listrik

Awalnya tenaga listrik dihasilkan di pusat–pusat pembangkit listrik seperti PLTA, PLTU, PLTG, PLTGU, PLTP dan PLTD dengan tegangan yang biasanya merupakan tegangan menengah 20 kV. Pada umumnya pusat pembangkit tenaga listrik berada jauh dari pengguna tenaga listrik, untuk mentransmisikan tenaga listrik dari pembangkit ini, maka diperlukan penggunaan tegangan tinggi 150/70 kV (TT), atau tegangan ekstra tinggi 500 kV (TET). Tegangan yang lebih tinggi ini diperoleh dengan transformator penaik tegangan (step up transformator).
Pemakaian tegangan tinggi ini diperlukan untuk berbagai alasan efisiensi, antara lain, penggunaan penampang penghantar menjadi efisien, karena arus yang mengalir akan menjadi lebih kecil, ketika tegangan tinggi diterapkan.
Setelah saluran transmisi mendekati pusat pemakaian tenaga listrik, yang dapat merupakan suatu daerah industri atau suatu kota, tegangan, melalui Gardu Induk (GI) diturunkan menjadi Tegangan Menengah (TM) 20 kV. Setiap GI sesungguhnya merupakan Pusat Beban untuk suatu daerah pelanggan tertentu, bebannya berubah-rubah sepanjang waktu sehingga daya yang dibangkitkan dalam pusat-pusat Listrik harus selalu berubah. Perubahan daya yang dilakukan di pusat pembangkit ini bertujuan untuk mempertahankan tenaga listrik tetap pada frekuensi 50 Hz. Proses perubahan ini dikoordinasikan dengan Pusat Pengaturan Beban (P3B).
Tegangan Menengah dari GI ini melalui saluran distribusi primer, untuk disalurkan ke gardu-gardu distribusi (GD) atau pemakai TM. Dari saluran distribusi primer, Tegangan Menengah (TM) diturunkan menjadi Tegangan Rendah (TR) 220/380 V melalui Gardu Distribusi (GD). Tegangan Rendah dari gardu distribusi disalurkan melalui saluran Tegangan Rendah ke konsumen Tegangan Rendah.

selengkapnya dowload disini

file berbentuk docx

Sistem transmisi

Sistem transmisi adalah suatu sistem penyaluran energi listrik dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari stasiun pembangkit ke substation (gardu induk). Pemakaian sistem transmisi didasarkan atas besarnya daya yang harus disalurkan dari pusat‐pusat pembangkit ke pusat beban dan jarak penyaluran yang cukup jauh antara sistem pembangkit dengan pusat beban tersebut. Sistem transmisi menyalurkan daya dengan tegangan tinggi yang digunakan untuk mengurangi adanya rugi‐rugi akibat jatuh tegangan.
Sistem transmisi dapat dibedakan menjadi sistem transmisi tegangan tinggi (high voltage, HV), sistem transmisi tegangan ekstra tinggi (extra high voltage, EHV), dan sistem transmisi ultra tinggi (ultra high voltage, UHV). Besarnya tegangan nominal saluran transmisi tegangan tinggi ataupun ekstra tinggi berbeda‐beda untuk setiap negara atau perusahaan listrik di Negara tersebut, tergantung kepada kemajuan tekniknya masing‐masing. Di Indonesia tegangan tinggi yang digunakan adalah 30 kV dan 150 kV, sedangkan tegangan ekstra tinggi adalah tegangan 500 kV yang terinterkoneksi antara Jawa dan Bali (Cristof N.,2008). Tetapi pada saluran transmisi PLTA Ketenger-Gardu Induk Kalibakal tegangan yang digunakan sebesar 30 kV karena jarak pada saluran ini relatif pendek yaitu sekitar 12.5 km.
Saluran trasmisi merupakan suatu sistem yang kompleks yang mempunyai karakteristik yang berubah‐ubah secara dinamis sesuai keadaan sistem itu sendiri. Adanya perubahan karakteristik ini dapat menimbulkan masalah jika tidak segera dapat diantisipasi. Dalam hubungannya dengan sistem pengamanan suatu sistem transmisi, adanya perubahan tersebut harus mendapat perhatian yang besar mengingat saluran transmisi memiliki arti yang sangat penting dalam proses penyaluran daya.

selengkapnya download disini
file berbentuk doc